AliaGo Spanyol, Negara yang Menyimpan Sejarah Islam - AliaGo

Spanyol, Negara yang Menyimpan Sejarah Islam

          Apabila kita membahas mengenai sejarah Islam di dunia, tentu akan membicarakan tentang begitu banyak peninggalan-peninggalan yang hebat nan besar. Hingga 14 abad lamanya umat Islam telah melakoni kehidupan-kehidupan untuk membentuk peradabannya. Tentu hal ini membuat agama Islam berada pada pencapaian-pencapaian tertentu. Namun, Alquran dan sunnah-sunnah Rasul tentu tidak bisa disetarakan dengan apapun di dunia ini dan juga tidak bisa disebut sebagai peninggalan. Alquran dan sunnah-sunnah Rasul masih dipakai sebagai petunjuk muslim. Oleh karena itu, peninggalan bukanlah Alquran dan sunnah-sunnah Rasul.

          Berbicara mengenai peninggalan-peninggalan Islam, Spanyol juga ikut andil dalam perkembangan dan kejayaan agama Islam. Jika harus memilih antara berkunjung ke Paris atau Spanyol, mungkin banyak dari Anda yang lebih memilih ke Spanyol. Bukan menjadi rahasia lagi jika Spanyol merupakan negara yang unik, karena Spanyol adalah salah satu negara di Eropa yang pernah dikuasai orang-orang muslim. Padahal Spanyol juga merupakan salah satu negara dengan populasi umat Katolik terbanyak di Eropa. Oleh karena itu, jadilah gereja-gereja Eropa di Spanyol bersanding dengan bangunan-bangunan kuno bergaya Islam. Ditambah lagi arsitektur Islam di Spanyol terkenal dengan kerumitannya yang elegan sekaligus harmonis. Kali ini, sedikit ulasan mengenai bangunan peninggalan Islam di Spanyol yang hingga kini masih terawat dan memiliki keindahan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan kita juga dapat berkunjung kesana untuk berwisata sekaligus menambah wawasan terhadap perkembangan agama Islam. Lalu apa saja bangunan itu?

          Tempat pertama sebagai obyek wisata islami yang dapat Anda kunjungi adalah Mezquita di Cordoba. Mezquita (bahasa Spanyol untuk masjid atau mosque) adalah sebutan bagi masjid Agung Cordoba yang kini dialihfungsikan sebagai Katedral Cordoba. Dahulu bangunan ini adalah sebuah gereja bernama Katedral Saint Vincent yang dibangun pada tahun 600. Kemudian setelah Dinasti Ummayad menaklukkan Spanyol, umat muslim kemudian mengubah gereja tersebut menjadi masjid. Menurut cerita, hal ini dilakukan melalui cara damai yaitu bermusyawarah dengan umat Kristen dan membeli gereja tersebut. Selanjutnya pada 987 Masjid Agung Cordoba selesai dibangun. Masjid di Spanyol ini memiliki keindahan pilar-pilar masjid yang digambarkan oleh penyair Muhammad Iqbal seperti jajaran pohon palem di sebuah oasis di Syria. Kemudian pada 1236, Cordoba kembali ditaklukkan oleh tentara Katolik yang kemudian mengalihfungsikan masjid ini menjadi katedral, tetapi dengan tetap mempertahankan sebagian besar bentuk asli masjid tersebut.

          Obyek wisata islami selanjutnya yang tidak boleh terlewatkan adalah Masjid Koutobia. Masjid Koutobia ini memiliki menara yang merupakan bukti kesempurnaan dari perpaduan seni keramik Islam dan Spanyol yang dikenal dengan nama Hispano-Moresque. Disamping keramik, masjid ini menggunakan material perpaduan dari semen, bata merah, dan batu untuk membangun menara megah ini. Bangunan menara Masjid Koutoubia ini terdiri atas enam lantai dan tiap-tiap lantai terdapat sebuah kamar. Apabila Anda ingin mencapai tiap bagian lantai itu, Anda harus melalui sebuah anak tangga yang berakhir di bagian lantai paling atas yang diseut balkon. Di balkon inilah muazin mengumandangkan azan setiap masuk waktu shalat. Masjid Koutobia ini memiliki tata letak masjid yang dibangun dalam rekonstruksi tahap pertama dan kedua yang tidak berbeda jauh dengan bangunan masjid di kota-kota Maroko lainnya. Sehingga persamaan-persamaan tersebut menjadi ciri khas dari arsitektur masjid di zaman Muwahiddun yaitu adanya percampuran Islam-Spanyol dan Islam-Abbasiyah. Kemudian pada bagian kolom-kolom Masjid Koutobia terbuat dari bata dan dihiasi dengan pelengkung kombinasi patah, pelengkung lurus, dan majemuk. Semua model pelengkung ini adalah ciri khas dari arsitektur campuran Barat-Timur di wilayah Magrib atau Afrika Utara.

          Tempat bersejarah di Spanyol lainnya yang menyimpan cerita islam yaitu Mezquita de Granada. Granada merupakan salah satu kota dimana peninggalan agama Islam kental terasa, oleh karena itu Granada mendirikan sebuah masjid yang tidak hanya indah arsitekturnya namun juga indah pemandangannya. Masjid tersebut bisa menjadi alternatif destinasi bagi yang merasa sumpek dengan keramaian Mirador de San Nicolas demi memandangi Alhambra dari kejauhan. Selain berwisata, informasi yang dapat Anda ketahui adalah invasi bangsa Afrika Utara yaitu suku Moor yang membuat Islam merajai Spanyol. Kemudian setelah 8 abad berkuasa kerajaan Islam di negeri matador pun akhirnya jatuh ke tangan pasukan Katolik, dan sejak itu banyak masjid yang diadopsi menjadi gereja. Namun dengan semangat multikultural yang tinggi, komunitas muslim di Granada resmi mendirikan sebuah masjid agung yang disebut Mezquita de Granada. Disamping itu latar belakang historis dan semakin meningkatnya populasi muslim di Granada baik dari pendatang maupun orang-orang Spanyol yang berpindah keyakinan, sehingga mendorong didirikannya tempat peribadatan mereka. Di tahun 2003 Mezquita de Granada ini diresmikan setelah 20 tahun masa pembangunan. Perlu diketahui, Granada terakhir kali memiliki masjid adalah pada tahun 1492. Keindahan Mezquita de Granada ini terdiri dari tiga elemen, yaitu masjid, taman, serta Pusat Studi Agama Islam. Anda dapat mengunjungi halaman tersebut karena dapat diakses bebas oleh pengunjung. Tempat bersejarah ini tidak boleh Anda lewatkan karena merupakan tempat yang indah serta menghantarkan kedamaian.

          Demikian ulasan singkat mengenai tempat-tempat bersejarah islam di Spanyol yang dapat Anda kunjungi. Selain berwisata islami, Anda juga akan merasakan kentalnya sejarah islam di tempat-tempat tersebut.

Komentar

komentar

  1. Agen Sabung Ayam Reply

    Bangsa moor adalah bangsa yang beradab dan ditakuti di eropa dan asia

Leave a Reply

*